<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="244">
 <titleInfo>
  <title>Tinjauan Pengendalian Internal Utang di PT. Avocet Bolaang Mongondow</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Efraim Waraney Sumual 3108023</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK Dalam rangka perluasan usaha dan produksi perusahaan memerlukan tambahan modal. Seperti halnya untuk pengadaan barang dan jasa perusahaan memerlukan uang untuk membeli keperluan produksinya. Selain pembelian tunai, perusahaan dapat membeli barang dan jasa secara kredit. Pembelian kredit menyebabkan terjadinya utang. Utang merupakan kewajiban yang timbul oleh karena membeli barangdan jasa yang pembayarannya dilakukan dikemudian hari. PT. Avocet Bolaang Mongondow yang merupakan perusahaan tambang emas, memiliki tingkat transaksi pembelian yang sangat tinggi. Kurang lebih 500 sampai dengan 800invoice setiap bulannya diterima sebagai tagihan kepada perusahaan. Banyaknya transaksi pembelian kredit yang terjadi di bagian utang PT. Avocet Bolaang Mongondow (PT. ABM), memerlukan pengendalian internal terhadap utang, dalam rangka menjaga kekayaan perusahaan. Banyaknya transaksi memungkinkan terjadinya kesalahan pencatatan (pencatatan ganda, salah catat nominal) ataupun pembayaran ganda. Selain kesalahan yang disebabkan olehhuman error, memungkinkan juga kesalahan yang terjadi disebabkan oleh kecurangan. Kesalahan pencatatan yang disebabkan oleh human error ataupun bentuk kesengajaan, dapat diminimalisasi dengan cara menjalankan prinsip-prinsip pengendalian internal. Salah satu prinsip yang harus dipenuhi oleh perusahaan adalah pemisahan fungsi. Dalam hal ini pemisahaan fungsi yang dianjurkan adalah dipisahkannya antara bagian yang mencatat utang dengan bagian yang membayar utang. Bentuk pemisahaan fungsi tersebut dapat dijabarkan dalam bentuk flowchart dan prosedurnya. Kata Kunci: Utang, Pengendalian Internal, Flowchart</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP/AK 016</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP/AK 016</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>KP/AK 016</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KP_AK_016.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>244</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-01-27 16:15:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-01-30 15:11:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>