<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2891">
 <titleInfo>
  <title>Usulan Peningkatan Mutu Dengan Menerapkan Metode DMAIC Untuk Mengurangi Jumlah Produk Cacat Pada Produk Kulit Sintetis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meta Erikka 1509007</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAKSI&#13;
&#13;
&#13;
PT. Sempurna Indah Multinusantara (PT. Simnu) merupakan perusahaan yang bergerak pada industri manufaktur untuk pembuatan kulit sintetis. PT. Simnu berkomitmen untuk selalu memberikan kualitas terbaik kepada konsumennya namun adakalanya proses produksi menghasilkan produk cacat. Perbaikan berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi jumlah produk cacat. Six Sigma digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai siklus sistematis yang kokoh yang biasa dikenal dengan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control).&#13;
Kinerja proses produksi perusahaan diukur menggunakan Six Sigma  menghasilkan nilai 4,33. Nilai sigmanya masih cukup jauh bila dibandingkan dengan Six Sigma, namun nilai tersebut cukup baik karena berada di atas rata-rata perusahaan Indonesia. &#13;
Analisis dengan histogram menunjukkan cacat lipatan laminating merupakan cacat yang paling sering terjadi dan mempunyai pengaruh terbesar. Lipatan laminating merupakan cacat yang terjadi karena penempelan kain dengan lem tidak sempurna sehingga mengakibatkan barang menjadi cacat. Lipatan laminating disebabkan oleh beberapa faktor baik dari manusia, metode, mesin dan material. Masing-masing aspek dikaji dengan fishbone diagram dan FMEA untuk diberikan usulan yang sesuai. &#13;
&#13;
Kata kunci: Six Sigma, DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control)&#13;
</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP/TI 86</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP/TI 86</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>KP/TI 86</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KP_TI_86.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2891</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-11-29 15:48:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-11-29 15:52:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>