<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3231">
 <titleInfo>
  <title>Sistem Inventori Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) (Studi Kasus:</title>
  <subTitle>PT. Plush Mode)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adrian Hefni 1206044</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT. Plush Mode sebagai sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi produk kebutuhan fashion seperti kaos, kemeja, jaket, dan sebagainya, ingin memberikan perhatian lebih kepada proses penyediaan bahan-bahan baku kebutuhan produksi, karena hal tersebut dianggap merupakan salah satu faktor utama yang memiliki pengaruh besar pada proses pemenuhan permintaan pasar.&#13;
Beberapa masalah yang timbul diantaranya adalah terjadinya ketersediaan stok bahan baku yang tidak tepat. Apabila stok terlalu sedikit, maka perusahaan akan mengalami kerugian karena hal tersebut berpotensi menghambat proses produksi yang berakibat pada terlambatnya pemenuhan permintaan. Sedangkan jika tingkat persediaan terlalu tinggi, kerugian yang dialami berupa resiko menurunnya nilai bahan baku yang disimpan. Selain itu, masalah monitoring inventory juga menjadi kendala, karena jenis bahan baku yang disimpan terbilang cukup banyak, maka kontrol harus secara rutin dilakukan.&#13;
Untuk itu, PT. Plush Mode mencoba melakukan pengendalian inventori dengan memanfaatkan metode peramalan untuk mengetahui perkiraan jumlah permintaan, menurunkannya ke dalam jumlah kebutuhan baku, dan kemudian menggunakan metode material requirement planning (MRP) untuk mengendalikan proses ketersediaan bahan-bahan baku tersebut untuk kebutuhan produksi.&#13;
Untuk mempercepat dan mengurangi tingkat kesalahan dalam pengolahan data, maka akan dikembangkan pula sebuah aplikasi berbasis desktop application yang dapat melakukan monitoring terhadap tingkat persediaan, mencatat transaksi keluar masuknya bahan-bahan dari gudang, melakukan purchase order, menghitung perkiraan permintaan dengan metode peramalan, serta mengkalkulasi jumlah kebutuhan baku untuk satu periode produksi.</note>
 <classification>TA/SI 146</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TA/SI 146</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TA/SI 146</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>TA/SI 146</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>1206044.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3231</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-02-25 14:20:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-02-25 14:21:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>