<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3540">
 <titleInfo>
  <title>Perancangan Sistem Rekomendasi Pemilihan Objek Wisata di Kota Bandung Dengan Menggunakan Metode AHP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Stefanus Heryanto 1209029</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat ini, sektor pariwisata kota Bandung sedang berkembang sangat pesat. Setiap tahun, wisatawan yang melakukan perjalanan ke kota Bandung semakin meningkat. Wisatawan yang tidak memiliki informasi mengenai objek wisata yang terdapat di kota Bandung, sebelum memilih objek wisata yang akan dikunjungi, akan mencari informasi mengenai objek wisata yang ingin dikunjungi. Tetapi informasi wisata yang dibutuhkan oleh wisatawan, dipengaruhi preferensi wisatawan tersebut. Sehingga informasi yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan informasi wisatawan, karena beragamnya preferensi setiap wisatawan. Hal ini dapat menyebabkan kekecewaan saat wisatawan tersebut memutuskan  mengunjungi objek wisata sesuai informasi yang diterima oleh wisatawan sebelumnya. Berdasarkan kasus tersebut, dapat dilihat bahwa ketersediaan informasi yang sesuai dengan preferensi wisatawan memegang peranan penting bagi wisatawan untuk menentukan objek wisata yang akan dikunjungi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sistem rekomendasi yang mampu memberikan informasi sesuai dengan preferensi wisatawan. &#13;
Dalam penelitian ini, pencarian dilakukan terhadap faktor objektif, dan subjektif yang mempengaruhi wisatawan dalam memilih objek wisata, kemudian preferensi wisatawan akan diolah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process untuk memberikan rekomendasi yang sesuai dengan preferensi wisatawan tersebut.&#13;
Sistem yang dihasilkan dengan menggunakan metode AHP dalam penelitian ini dapat membantu wisatawan dalam memilih objek wisata yang sesuai dengan kriteria yang diperoleh melalui proses penyebaran kuesioner, yaitu kriteria keamanan, kenyamanan, ketersediaan kendaraan umum, serta memberikan rekomendasi objek wisata yang sesuai dengan budget yang dimiliki oleh wisatawan tersebut.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>preferensi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>sistem rekomendasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Analytical Hierarchy Process</topic>
 </subject>
 <classification>TA/ SI 156</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TA/ SI 156</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TA/ SI 156</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>TA/ SI 156</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>SI-050.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3540</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-09-23 09:40:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-11-19 09:58:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>