<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="421">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan Web Application Menggunakan JSP dan AppFuse Framework di PT. Sigma Karya Sempurna (Balicamp)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marko Suswanto 1104016</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAKSI&#13;
&#13;
Di dalam sebuah sistem yang dituntut untuk memiliki reabilitas, kecepatan serta kompleksitas yang tinggi baik itu dari sisi proses bisnisnya ataupun dari sisi development pasti memerlukan pemilihan pendekatan tepat terhadap solusi. Jika sebagai pengembang perangkat lunak memilih pendekatan yang salah, bukan tidak mungkin aplikasi yang dihasilkan akan memiliki banyak defect atau tidak sesuai dengan ekspektasi client. Untuk itu, pemilihan pendekatan dalam mengembangkan suatu aplikasi perangkat lunak adalah faktor yang sangat penting dan dapat menentukan sukses atau gagalnya suatu proyek. Perlu diingat bahwa setiap pendekatan tentunya akan memiliki konsekuensi masing-masing baik itu positif ataupun negatif, sebenarnya semua tergantung kepada bagaimana kekurangan itu dapat di perbaiki atau dicegah agar tidak terjadi.&#13;
&#13;
Berdasarkan pengalaman selama kerja praktek, pada fase yang sama yaitu fase development dari dua buah pendekatan yang berbeda akan menghasilkan tingkat kompleksitas, pelaksanaan manajemen perubahan dan kemampuan useability yang berbeda pula. Hal inilah yang memunculkan gagasan untuk menyusun suatu gambaran umum tentang apa yang akan terjadi pada fase development serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar mengurangi terjadinya bugs. Upaya pemecahan masalah yang akan digunakan adalah dengan membandingkan struktur aplikasi dan urutan proses dari kedua pendekatan tersebut, sehingga dapat terlihat jelas kompleksitas, useability dan berapa besar effort yang diperlukan seorang programmer untuk melakukan maintenance. Dengan adanya gambaran umum maka diharapkan dapat mengurangi resiko kegagalan suatu proyek yang diakibatkan oleh pendekatan yang salah.&#13;
</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>KP/IF 090</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">KP/IF 090</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>KP/IF 090</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>KP_IF_090.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>421</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-02-10 10:20:31</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-02-10 10:20:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>