<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="587">
 <titleInfo>
  <title>Perhitungan Propagasi Radio Akses di Area Bandung Tengah dengan Menggunakan Walfisch-Ikegami</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diah Ariadi Arief 1403009</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak— Permukaan suatu daerah yang tidak teratur dan berbeda satu dengan yang lain menyebabkan perhitungan yang cukup rumit dalam menentukan redaman lintasan  pada sistem komunikasi radio. Selain  itu, adanya bangunan juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi besarnya redaman lintasan pada sistem komunikasi radio. Untuk menentukan besarnya redaman lintasan tersebut, maka beberapa model propagasi yang akan dikemukakan berikut diharapkan layak digunakan untuk memperkirakan besarnya redaman lintasan sepanjang daerah yang tidak teratur tersebut.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa keadaan propagasi di kota Bandung dengan mengaplikasikan beberapa model propagasi, yaitu Okumura-Hata, COST 231 dan Walfisch-Ikegami. Perhitungan akan dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran di lapangan dengan hasil perhitungan dengan menggunakan model propagasi tersebut.&#13;
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu Operator GSM dalam melakukan optimasi jaringannya. Berikut adalah nilai Lpathloss yang diperoleh dari hasil pengukuran dilapangan dan perhitungan dengan menggunakan model Okumura-Hata, COST 231 dan Walfisch-Ikegami. &#13;
Kata Kunci : path loss, daerah perkotaan, Model Propagasi, Walfisch - Ikegami &#13;
</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TA/EL 04</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TA/EL 04</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>TA/EL 04</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>TA_EL_004.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>587</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-21 11:18:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-24 11:04:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>