<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="599">
 <titleInfo>
  <title>Rancang Bangun Patch Triangular Antenna dengan Model Pencatuan Electromagnetially Coupled (EMC) pada Frekuensi 2,3 GHz</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Michael Torang Parsaulian 1404009</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Perkembangan teknologi komunikasi mobile wireless di dunia modern semakin cepat dan beragam, sehingga banyak muncul standar teknologi yang baru dan semakin canggih. Teknologi tersebut salah satunya adalah WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang beroperasi pada frekuensi 2.3 GHz, 2,5 GHz, dan 3,5 GHz. &#13;
Pada tugas akhir ini antena yang dibuat beroperasi pada frekuensi 2,3 GHz yang memiliki rentang frekuensi 2300 – 2400 MHz untuk mendukung teknologi WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Penelitian ini juga mengembangkan sebuah metode pencatuan untuk antena mikrostrip yaitu metode pencatuan electromagnetically coupled (EMC) dengan bentuk patch segitiga. Dengan menggunakan EMC radiasi yang tidak diinginkan menjadi lebih sedikit dan memiliki keuntungan menawarkan karakteristik wideband tanpa beberapa rangkaian matching. Metode pencatuan EMC dapat mengatasi kelemahan dari antena mikrostrip konvensional yang memiliki karakteristik narrow bandwidth. Desain antena mikrostrip ini menggunakan metode EMC dengan struktur feeder L-strip. Antena ini dirancang kemudian disimulasikan dengan menggunakan software simulator.&#13;
Pada simulasi, dilakukan pengulangan ukuran dimensi antena untuk mendapatkan hasil yang yang sesuai dengan spesifikasi rancangan antena, yaitu dengan mengubah ukuran patch, groundplane, feeder, serta tinggi air gap. Hasil simulasi yang diperoleh, diimplementasikan dengan menggunakan bahan, yaitu tembaga.&#13;
Hasil pengukuran yang didapatkan untuk frekuensi 2300 MHz - 2400 MHz adalah 1.386 untuk VSWR. Untuk pola radiasi  antena yang terukur adalah unidireksional, serta polarisasinya berbentuk elips. Gain yang mampu dicapai antenna ini adalah  sekitar 9.5 dBi.&#13;
Kata Kunci : Electromagnetically Coupled (EMC), Antena Mikrostrip, WIMAX, Patch Segitiga, Wideband, VSWR, Gain&#13;
</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TA/EL 20</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TA/EL 20</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>TA/EL 20</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>TA_EL_020.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>599</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-22 10:13:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-24 11:22:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>