<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="614">
 <titleInfo>
  <title>Optimasi Jaringan Wireless LAN di Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Jati Alam Suci 1405017</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>ITHB</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kinerja suatu jaringan wireless LAN, misalnya pada suatu gedung  dapat diketahui dari penerimaan sinyal yang diterima oleh pengguna dari akses poin Wi-Fi. Tentunya penerimaan sinyal yang naik turun atau yang lemah tidak dikehendaki pada koneksi internet. Apabila penempatan akses poin pada suatu gedung dilakukan secara tepat, maka kinerja jaringan Wi-Fi akan lebih optimal. Terdapat beberapa model propagasi dalam ruangan yang dapat dijadikan pedoman dalam penempatan akses poin, diantaranya adalah One-Slope Model dan Multi-Wall Model.  One-Slope Model [3] adalah cara paling mudah untuk mengukur level sinyal rata-rata pada suatu bangunan tanpa harus mengetahui layout suatu bangunan secara detail karena hanya bergantung pada jarak antara pemancar dan penerima. Multi-Wall Model [3] adalah pemodelan yang memberikan tingkat akurasi yang lebih baik karena selain bergantung pada jarak antara pemancar dan penerima, model ini juga memperhitungkan rugi-rugi material dari setiap bangunan yang akan diukur. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja jaringan Wi-Fi dengan memilih kasus di gedung sebuah instansi pendidikan. Penelitian dilakukan dengan mengukur  penerimaan sinyal secara langsung di beberapa titik di dalam gedung kampus dan dihitung secara teoritis menggunakan One-Slope Model dan Multi-Wall Model. Lalu hasilnya disimulasikan dengan perangkat lunak propagasi radio agar secara visual dapat melihat propagasi sinyal Wi-Fi jaringan existing, yang selanjutnya dapat digunakan untuk mencari penempatan akses poin yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi gedung kampus agar kinerja jaringan Wi-Fi dapat dioptimalkan.&#13;
Kata Kunci	: Wi-Fi, propagasi dalam ruangan, One-Slope Model, Multi-Wall Model, akses poin, material penetration&#13;
</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan ITHB Senayan Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>TA/EL 32</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">TA/EL 32</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>TA/EL 32</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>TA_EL_032.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>614</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-03-24 08:27:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2012-03-26 10:02:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>